Membenci Senja

8/16/2015

Sesaat, aku menyukainya.
Indah.
Warna jingganya yang memukau,
Dengan cahaya megah yang menerangi bumi,
Langit pun merefleksikan keindahannya,
Tenang, damai,
Burung burung pun ikut menyambut.

Namun,
Seketika aku membencinya,
Ia hanya sementara,
Sementara memberikan keindahan,
Sementara memberikan tenang dan damai,
Lalu,
Ia pergi, meninggalkan ku dengan gelap,
Suram dan menyeramkan.

Kenapa,
Kenapa ia pergi?
Kenapa indahnya hanya sementara?
Kenapa damai dan tenang itu tidak untuk selamanya?
Kenapa?

Seketika, aku membencinya.
Senja.

You Might Also Like

0 komentar